11 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Polda Metro beri sinyal ada potensi tersangka di acara kemah

Polda Metro beri sinyal ada potensi tersangka di acara kemah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Jakarta (RiauNews.com) – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, semua pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 dapat berpotensi menjadi tersangka. Penyidik Polda Metro telah memeriksa beberapa saksi belakangan ini.

“Jadi, semua harus kita cek. Semua yang bertanggung jawab bisa jadi tersangka, ada potensi semua,” ujar Argo saat dikonfirmasi, Rabu (5/12/2018).



Kasus dugaan penyelewangan dana acara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 yang dilaksanakan di pelataran Candi Prambanan Yogyakarta muncul setelah polisi menerima laporan dari masyarakat. Tapi, polisi enggan menyebutkan masyarakat mana yang melaporkan dugaan tersebut.

Dalam acara itu, Kementerian Pemudan dan Olahraga (Kemenpora) memberikan dana kepada dua organisasi pemuda Islam terbesar di Indonesia, masing-masing GP Ansor sebesar Rp 3 milliar dan Pemuda PP Muhammadiyah sebesar Rp 2 milliar. Semua penggunaan dana telah dilaporkan kedua pihak tersebut dalam sebuah laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan.

Pada pemeriksaan awal, polisi mengatakan, telah memeriksa pihak dari GP Ansor serta bukti-bukti LPJ keuangan yang dibawa GP Ansor. Polisi mengatakan, hasil dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan adanya bukti penyelewengan.

Sementara itu, polisi juga memeriksa pihak dari Pemuda PP Muhammadiyah salah satunya adalah mantan ketua Pemuda PP Muhammadiyah, Dahnil Anzar, serta bukti-bukti LPJ dari Pemuda PP Muhammadiyah. Dari situ, polisi menemukan adanya dugaan penyelewengan dana.

Kepala Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan mengatakan, pihaknya telah memeriksa tiga saksi dari Pemuda PP Muhammadiyah. Pemeriksaan ini dirasa sudah cukup, sehingga belum ada lagi agenda pemanggilan saksi.

“Iya, (tiga saksi dari Muhammadiyah) diperiksa sebagai saksi pembuatan LPJ,” ujar Bhakti saat dihubungi Republika, Selasa (4/12).

Tiga saksi yang telah diperiksa itu adalah Abrar Azis, Virgo Sulianto, dan Nasikhudin, serta masih dimintai keterangan seputar LPJ dari Pemuda PP Muhammadiyah yang diduga ada penyelewengan. Sementara, untuk pemeriksaan terhadap Ketua Acara Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017, Ahmad Fanani, penyidik belum mengagendakan lagi.

“Untuk pemeriksaan awal, sementara cukup. Kita akan jadwalkan lagi setelah pemenuhan keterangan selesai diambil oleh penyidik,” papar Bhakti.

Selain pemeriksaan saksi dari pihak Pemuda Muhammadiyah, penyidik Polda Metro Jaya masih mendalami scan tanda tangan Dahnil Anzar, yang tertera dalam LPJ kegiatan milik PP Pemuda Muhammadiyah.

“Nanti akan diperiksa, misalnya seseorang ditanda tangan scan ada persetujuan tidak. Kalau ada persetujuan maka tahu isinya, nanti dicek oleh penyidik,” kata Argo Yuwono, Senin (3/12) lalu.***

Sumber: Republika

Komentar
%d blogger menyukai ini: