22 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / Perampok sadis, bunuh korban lalu memperkosa mayatnya

Perampok sadis, bunuh korban lalu memperkosa mayatnya

(ilustrasi)

Medan (RiauNews.com) – Sebuah kasus perampokan disertai dengan pembunuhan yang menggemparkan Serdang Bedagai awal April 2018 lalu akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.

Dalam kasus ini polisi mengamankan empat orang, namun hanya satu yang menjadi pelaku utama tindakan kriminal tersebut, yakni PS (23) warga Desa Kuala Bali Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.



Sementara tiga tersangka lainnya masing-masing berinisial DS, warga Kecamatan Galang Deliserdang, AT warga Desa Karangtengah, dan SR warga Desa Kelapa Bajonom Kecamatan Serba Jadi, memiliki peran membantu persembunyian dan pelarian tersangka, dengan menerima imbalan uang hasil kejahatan tersebut.

Dikutip Riaunews.com dari iNews.id pada Rabu (11/4/2018), PS sebagai utama kejahatan itu diringkus dalam pelariannya di Jambi, setelah tiga rekannya lebih dahulu diamankan.

Baca: Pengelola Grab diminta ikut bertanggung jawab atas pembunuhan penumpang

Satrekrim Polres Serdang Bedagai, menjelaskan kronologi kasus yang menimpa guru sekolah menegah pertama (SMP) di Kecamatan Serba Jadi, bernama Asiroh Nasution (38).

Berawal pada 1 April 2018, saat itu tersangka PS tidak memiliki uang untuk membeli narkoba. Di kemudian merencanakan perampokan ke rumah tetangganya, yang masih ada hubungan keluarga jauh.

Awalnya, pelaku mengintip kondisi rumah dari celah-celah sempit. Setelah memastikan korban sedang terbaring tidur, pelaku yang sudah mengenal seluk beluk dan tahu korban hanya tinggal sendirian pun leluasa melancarkan aksinya. Namun saat memasuki kamar korban, aksi pelaku kepergok. Secara gelap mata dia langsung berupaya membekap korban. Ditengarai korban meronta, hingga pelaku menganiaya korban dengan senjata tajam (sajam) berupa pisau kecil yang dibawanya. Pelaku menghujam pisau ke arah leher korban hingga tubuhnya tidak bergerak.

Baca: Tak dibayar habis ‘main’, gigolo ini bunuh Deli Cinta

Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku sempat menurunkan celana dalam milik korban dan menelanjanginya. Setelah itu pelaku memerkosa korbannya yang sudah tewas dia bunuh tersebut. Puas beraksi, pelaku kemudian melanjutkan menggasak barang-barang berharga milik korban dan mengambil sejumlah uang.

“Tersangka ini beraksi tunggal, saat dia beraksi ketahuan korban. Korban kemudian berteriak meminta tolong, hal itu membuat pelaku langsung menikamnya di bagian leher,” kata Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, 10 April 2018.

Penemuan mayat korban diketahui keesokan harinya dan membuat geger masyarakat. Tetangga menemukan korban telah tewas dengan kondisi mengenaskan dalam kamar. Tubuhnya bersimbah darah dengan pisau yang masih tertancap di leher.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyelidiki kasus tersebut.

Saat ini para tersangka saat ini harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Serdang Bedagai, untuk kepentingan penyidikan. Tersangka utama berinisial PS diancam hukuman seumur hidup, sementara ketiga rekannya yang turut membantu tersangka diancam hukuman di atas lima tahun penjara.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: