24 Oktober 2018
Home / Hukum & Kriminal / Penyandang dana dua terduga teroris asal Pekanbaru ditelusuri

Penyandang dana dua terduga teroris asal Pekanbaru ditelusuri

Tim Densus 88 Antiteror Polri.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Dua orang warga Pekanbaru yang ditangkap Densus 88 Antiteror dan Polda Sumatera Selatan pada Senin (14/5/2018), masih diperiksa secara intensif.

Polda Riau ikut menelusuri penyandang dana kedua terduga teroris tersebut, masing-masing berinisial AA (39) dan HK (38), yang ditangkap saat berada di Kilometer 5 Palembang.



“Kami bersama-sama Densus masih lakukan penyelidikan dan pendalaman,” kata Kapolda Riau Irjen Nandang yang dikonfirmasi usai kegiatan Forum Kerukukan Umat Beragama (FKUB), Selasa (15/5/2017).

Nandang menyebut saat ini jajaran Polresta Pekanbaru juga tengah melakukan penggeledahan di sejumlah titik pascapenangkapan kedua terduga itu. Namun, dia belum bersedia menyebut lokasinya penggeledahan tersebut.

Lebih jauh, Nandang juga belum mengetahui jaringan dua terduga teroris diatas. Menurut dia, kedua terduga juga masih terus diperiksa di Palembang.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan kedua pelaku diduga merupakan salah satu jaringan yang terlibat dalam aksi kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua beberapa waktu lalu.

Menurut mantan Kapolda Riau tersebut, kedua terduga teroris itu bermaksud melakukan aksi teror di Mako Brimob Kelapa Dua setelah kerusuhan dengan narapidana teroris.

“Dari pengakuannya, mereka mau berbuat amaliah di Mako Brimob Kelapa Dua,” kata dia.

Polda Sumsel saat ini memburu enam orang terduga teroris yang masih berkeliaran. Kondisi ini, dikhawatirkan jika tidak segera dibekuk, mereka akan menjadi “lone wolf”, istilah bagi pelaku tunggal teror.

Kapolda mengungkapkan, enam buronan teroris itu kabur dalam penggerebekan sarang teroris di Kabupaten Muaraenim, Sumsel beberapa bulan lalu.

Mereka adalah kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang bermarkas di Jawa Barat. Dalam penggerebekan itu, 13 orang ditangkap, dan delapan ditetapkan menjadi tersangka.

“Masih ada enam buronan. Posisinya tidak diinformasikan, tetapi mereka masih ada,” kata Zulkarnain.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: