23 Januari 2018
Home / Hukum & Kriminal / Pelecahan seksual remas payudara di Depok terekam CCTV

Pelecahan seksual remas payudara di Depok terekam CCTV

Rekaman CCTV yang memperlihatkan korban pelecehan seksual di jalanan Kota Depok. (Kredit Okezone)

Depok (RiauNews.com) – Kasus pelecehan seksual dengan modus meremas payudara korban di jalan umum terjadi di Kota Depok. Aksi bejat tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV di Gang Kuningan, Beji, Depok, Kamis (11/1/2018).

Dalam rekaman tersebut tampak pria bermotor Honda Vario meremas payudara seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Amanda (22). Sang pelaku lalu melarikan diri ke arah Jalan Raya Margonda. Amanda yang panik berteriak dan berusaha menghubungi seseorang.

“Kejadiannya kemarin siang jam 14:29 WIB di Gang Kuningan tepat di belakang Bank Mandiri. Saya cuma bisa teriak, badan gemetaran dan nangis. Saat itu memang sepi,” ujar Amanda, sebagaimana dilansir Okezone, Jumat (12/1/2018).



Ia bercerita, saat kejadian ia hendak menuju Stasiun Pondok Cina. Jalan tersebut merupakan akses satu-satunya dari rumah Amanda menuju Jalan Raya Margonda.

“Saya jalan sendiri sebelumnya sempat ada 3 siswa SMP jalan di depan saya. Saat mereka sudah belok tikungan, ada motor. Saya sudah sempet punya perasaan enggak enak tapi saya cuek dan tetep jalan,” terang dia.

Motor pelaku itu, lanjut Amanda, sempat berhenti di tikungan yang sempat dilalui dirinya. “Lama-lama dia jalan deketin saya, saya pikir dia mau tanya alamat kayak ojek online, tapi tahu-tahu tangan kiri dia ngeraba saya,” katanya.

Dari penglihatan Amanda, dirinya tidak bisa mengidentifikasi secara jelas wajah pelaku karena tertutup. “Pelakunya enggak begitu keliatan wajahnya karena dia pake masker dan helm. Tapi dia tinggi besar, gemuk pakai Vario B 3027 EAA,” jelas dia.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan, anggotanya sudah melakukan pemeriksaan saksi dan melakukan olah TKP.

“Tim lapangan sedang mengejar pelaku berdasarkan bukti CCTV. Kami temui dan ajak korban untuk membuat laporan polisi,” tegas Putu.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: