16 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Otopsi menunjukkan tak ada bekas kekerasan pada kerangka manusia yang ditemukan di Tenayan Raya

Otopsi menunjukkan tak ada bekas kekerasan pada kerangka manusia yang ditemukan di Tenayan Raya

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Hasil otopsi pada kerangka manusia yang ditemukan di Jalan Palembang, Tenayan Raya, Senin (27/11/2017) lalu, menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang terjadi.

Namun hal ini tidak menutup kemungkinan jasad tersebut berasal dari aksi pembunuhan.

“Bisa saja itu dibunuh dengan dicekik ataupun dibius, yang jelas autopsi tidak bisa menyatakan itu dibunuh atau bagaimana, tapi hanya bisa menyatakan ada kekerasan atau tidak,” kata Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, Selasa (28/11).

Hasil otopsi hanya menunjukkan tidak ada tulang yang retak sebagai tanda kekerasan akibat pukulan benda tumpul.

Bimo mengimbau kepada masyarakat agar melapor ke polisi jika ada keluarga ataupun teman yang hilang.

“Jika sudah ada yang melapor, polisi akan mengambil sampel DNA jika itu keluarganya,” tambahnya.

Diwartakan Antara, warga di sekitar Jalan Palembang RT 003 RW 002 Kelurahan Sialang Rampai Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, digegerkan dengan penemuan tengkorak dan sejumlah tulang belulang oleh saksi Tamrin yang saat itu sedang mencari kayu di lahan kosong semak belukar, pada Senin sekitar pukul 08.15 WIB.

Sebelumnya dia melihat celana panjang kain dengan tali pinggang masih dalam keadaan terpasang, baju batik serta sandal. Kemudian dia terkejut ternyata terdapat tengkorak kepala dan beberapa tulang belulang lainnya di sekitar pakaian tersebut.

Atas yang dilihatnya, saksi Tamrin keluar dari lahan kosong dan menceritakannya kepada Ketua RT Rusli dan saksi lain Azhari. Lalu Rusli memberitahu Lurah Sialang Rampai yang selanjutnya menelepon Bhabinkamtimas Aiptu Shafwan.

Selanjutnya anggota Patroli Polsek Tenayan Raya bersama Anggota Reskrim datang dan mendampingi Tim Identifikasi Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP. Kerangka manusia tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna dilakukan otopsi.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: