18 November 2018
Home / Hukum & Kriminal / Oknum pengacara ditangkap atas dugaan kerahkan massa untuk peras perusahaan

Oknum pengacara ditangkap atas dugaan kerahkan massa untuk peras perusahaan

(ilustrasi)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Seorang pengacara inisial YZ ditangkap Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir, karena diduga melakukan pemerasan terhadap PT Jatim Jaya Perkasa yang beroperasi di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Pengacara tersebut semestinya diagendakan beracara di sidang dugaan pencemaran nama.

Informasi yang dihimpun, YZ merupakan salah satu tim pengacara seorang wartawan bernama Toro, yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Bupati Bengkalis Amril Mukminin di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Namun, sidang dijalankan Toro tanpa didampingi YZ, Senin (15/10/2018).



“Pelaku YZ bersama temannya FZ diamankan berikut barang bukti uang sebesar Rp 10 juta yang tersimpan dalam amplop putih, diduga hasil memeras perusahaan,” ujar Sigit.

Sigit menyebutkan, kedua pelaku diduga terlibat dalam upaya pemerasan kepada sebuah perusahaan PT Jatim Jaya Perkasa yang beroperasi di wilayah Rokan Hilir. Pelaku YZ diduga melakukan pemerasan diawali dengan cara mengerahkan sejumlah karyawan untuk melakukan aksi demonstrasi pada 8 Oktober lalu.

Karyawan perusahaan yang diduga dimobilisasi oleh YZ tersebut tergabung dalam serikat pekerja perusahaan itu. Sementara Hasfiandi, selaku perwakilan perusahaan berupaya menanyakan kepada terlapor maksud dan tujuan aksi unjuk rasa tersebut.

“YZ menyatakan bahwa unjuk rasa itu bisa dihentikan, dengan catatan Hasfiandi bersedia menyetorkan uang sebesar Rp50 juta,” kata Sigit.

Permintaan YZ dianggap berlebihan, sehingga membuat Hasfiandi yang juga sebagai pelapor dalam perkara tersebut tidak menyetujuinya. Namun, pada keesokan harinya YZ kembali diduga memobilisasi massa untuk melakukan aksi yang sama.

Kondisi tersebut yang membuat pihak perusahaan berpikir ulang untuk menyetor uang permintaan YZ. Namun, perusahaan tidak tinggal diam dan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepolisian sebelum menyerahkan sejumlah uang yang diminta YZ.

Polres Rohil yang memperoleh informasi itu selanjutnya melakukan penyelidikan dugaan pemerasan tersebut. Tanpa kesulitan berarti, berhasil menangkap YZ saat menerima uang yang dibungkus amplop putih sebesar Rp 10 juta.

“Saat ini petugas terus menyelidiki perkara tersebut, masih kita dalami kasusnya,” kata Sigit.***

Sumber: Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: