22 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / Merasa selalu diejek JPU, Fredrich Yunadi bawa bakpao ke persidangan

Merasa selalu diejek JPU, Fredrich Yunadi bawa bakpao ke persidangan

Fredrich Yunadi menunjukkan bakpao yang dibawanya ke Pengadilan Tipikor. (Kredit: Kompas)

Jakarta (RiauNews.com) – Fredrich Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto yang kini menjadi terdakwa karena dianggap menghalangi upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyidikan kasus megakorupsi KTP elektronik, membawa bakpao ke Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Hal ini dilakukan Fredrich karena merasa dirinya selalu diejek oleh jaksa KPK di setiap pesidangan, yang selalu menanyakan kepada saksi soal benjolan sebesar bakpao yang dialami Setnov akibat mobil yang ditumpangi menabrak pohon.



“Saksi tadi ditanya sama penuntut umum bagaimana keadaan luka. Katanya saksi lihat saya berikan keterangan di TV, yang selalu saya diejek-ejek terus sama penuntut umum, katanya seperti bakpao,” ujar Fredrich kepada majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Baca: Saksi sebut benjolan sebesar bakpao Setnov adalah lelucon

Dikutip dari Kompas, dalam persidangan, jaksa KPK memang selalu mengonfirmasi para saksi mengenai luka yang dialami Setya Novanto seusai kecelakaan pada 16 November 2017 lalu.

Jaksa membandingkan keterangan saksi dengan pernyataan Fredrich kepada wartawan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Saat itu, Fredrich menyebut luka di dahi Novanto berdarah-darah dan benjol sebesar bakpao.

Padahal, sejumlah perawat dan dokter yang bersaksi di pengadilan mengatakan bahwa Novanto hanya mengalami luka kecil berupa goresan.

Baca: Pengacara Setya Novanto dianggap lakukan obstruction of Justice

Selain itu, luka tersebut tidak sampai mengeluarkan darah. Namun, Fredrich malah merasa konfirmasi jaksa itu sebagai upaya untuk mengejek dirinya.

Fredrich kemudian mengeluarkan sebuah bakpao mini di atas sebuah piring kecil. “Mohon izin ini adalah bakpao. Jadi kalau mengatakan bakpao gede sepiring ini Pak, mungkin yang ngomong otaknya sepiring ini, Pak,” kata Fredrich.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: