21 September 2018
Home / Hukum & Kriminal / Mantan Kadis PU Meranti jalani sidang kasus korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat

Mantan Kadis PU Meranti jalani sidang kasus korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat

Pekanbaru (RiauNews.com) – Kasus Dermaga Sungai Tohor Barat yang menjerat mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepulauan Meranti, Hariadi, sebagai tersangka, mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Selasa (6/3/2018).

Selain Hariadi, juga ikut disidangkan bawahannya yang bernama Fahrizal, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman/DPUPRPK Meranti, dan dua orang kontraktor pelaksana, masing-masing bernama Basuki Rachmad dan Yudin.

Dalam persidangan perdana ini, keempat terdakwa yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Meranti, Muhammad Ulinuha SH, dan Nidya Eka Putri SH, didakwa melakukan perbuatan korupsi pembangunan Pelabuhan Dermaga Sungai Tohor Barat, pada 2016 lalu.

Proyek penbangunan dermaga dengan menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun 2015 senilai Rp3,5 miliar itu, disinyalir telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 850 juta.

“Pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti dibangun secara 2 tahap. Pada tahun 2014 dibangun dengan biaya Rp 500.000.000,00 dan pada tahun 2015 kembali dilanjutkan dengan biaya Rp3.500.000.000,00 melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPK) Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar JPU sebagaimana dikutip oleh Riauterkini.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan dermaga tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga menimbulkan kerugian negara Rp 850 juta lebih.

Atas perbuatannya, keempat terdakwa dijerat Pasal 2, Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” jelas JPU.

Selanjutnya, persidangan yang dipimpin majelis hakim Drs Arifin SH mempersilakan kepada para terdakwa apakah akan mengajukan eksepsi.

Agenda eksepsi ini hanya terdakwa Basuki Rachmad yang berencana akan menyampaikan pada sdang Kamis lusa.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: