19 November 2018
Home / Hukum & Kriminal / Korban tewas akibat miras oplosan bertambah jadi 89 orang

Korban tewas akibat miras oplosan bertambah jadi 89 orang


Jakarta (RiauNews.com) – Nyawa yang melayang sehabis menenggak minuman keras (miras) oplosan terus bertambah. Saat ini angkanya sudah mencapai 89 orang, dimana korban terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Barat, yakni 58 orang.

“Bertambah tujuh orang (tewas) di Jabar. Awalnya di Jabar 51 tewas, sekarang jadi 58 orang,” ungkap Kadivhumas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Sementara di wilayah DKI Jakarta, tutur Setyo, tidak ada penambahan jumlah korban tewas, yakni masih 31 korban tewas.



Dikutip Riaunews.com dari laman Republika, Setyo menjelaskan, dari hasil investigasi yang dilakukan Polda Jabar, bahwa di sebuah rumah di Kabupaten Bandung, ditemukan ruang bawah tanah yang diduga digunakan untuk meracik miras oplosan. Selain untuk meracik miras oplosan, ruangan tersebut juga digunakan untuk mengemas minuman haram tersebut.

Baca: Miras oplosan banyak makan korban, orang tua di Riau diminta lebih awasi anak

Polisi pun masih menyelidiki dugaan adanya jaringan dalam peredaran miras oplosan yang berdasarkan hasil uji laboratorium mengandung cairan metanol ataupun etanol itu.

Polri, melalui Operasi Cipta Kondisi tengah gencar menggelar razia miras ilegal. Hal tersebut merupakan perintah Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin yang menargetkan Indonesia terbebas dari miras ilegal sebelum bulan suci Ramadhan.

“Perintah Wakapolri kepada seluruh kapolda untuk melakukan operasi miras ilegal. Kalau (menjual miras) tanpa izin BPOM, akan ditindak,” katanya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: