Home / Hukum & Kriminal / Kejati Riau tetapkan 18 tersangka korupsi RTH

Kejati Riau tetapkan 18 tersangka korupsi RTH

Tugu Antikorupsi yang pembangunannya ternyata juga dikorupsi. (Kredit Foto: detik.com)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Kejaksaan Tinggi Riau telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka kasus korupsi korupsi proyek pembanguanan Ruang Terbuka Hijau Tugu Integritas di Kota Pekanbaru, Riau.

Penyidik kejaksaan menaksir kerugian negara mencapai Rp1,23 miliar dari proyek senilai Rp8 miliar tersebut. Anggaran untuk proyek tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun 2016.

Salah satu tersangka merupakan staf ahli Gubernur Riau, Dwi Agus Sumarno. Saat kasus itu bergulir, Dwi Agus menjabat Kepala Dinas Cipta Karya dan Bina Marga Provinsi Riau, yang berperan sebagai pejabat pengguna anggaran.



Adapun 17 tersangka lain berasal dari 12 pegawai negeri dan lima pihak swasta.

Lima orang tersangka dari pihak swasta adalah dua orang kontraktor berinisial K dan ZJB, kemudian tiga orang dari konsultan pengawas, yaitu RZ, RM dan AA. Lalu lima pegawai negeri dari kelompok kerja unit layanan pengadaan (ULP), yaitu Ketua Pokja IS, Sekretaris Pokja H, dan tiga anggota, DIR, RM, dan H.

Lima tersangka lain masih berasal dari pegawai negeri, yang berperan sebagai pejabat penerima hasil kerja di Dinas Cipta Karya dan Bina Marga, yaitu Ketua Tim PHO berinisial A serta dua anggotanya, S dan A, lalu dua dari anggota panitia Tim PHO, R dan ET. Dua tersangka lain adalah pejabat pembuat komitmen berinisial Z dan kuasa pengguna anggaran, HR.

Perlu diketahui Tugu Antikorupsi ini diresmikan bertepatan dengan acara Hari Antikorupsi di Pekanbaru, pada 9 Desember 2016 lalu oleh Gubernur Riau yang disaksikan pimpinan KPK dan Kejaksaan Agung.

Pembangunan Tugu Antikorupsi di Riau dimaksudkan menjadi pengingat penegakan integritas untuk melakukan gerakan moral memberikan pelayanan terbaik dan transparan kepada masyarakat.

Riau diharapkan mampu memulai tata kelola pemerintahan yang bersih mengingat tiga gubernurnya berturut-turut ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: