24 Agustus 2019
Home / Hukum & Kriminal / Kantor dan Rumah Dinas Wali Kota Dumai digeledah KPK

Kantor dan Rumah Dinas Wali Kota Dumai digeledah KPK

Wali Kota Dumai Zulkifli AS.

Dumai (RiauNews.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ‘beraksi’ di Riau. Pada Jumat (26/4/2019) siang tadi, Kantor Wali Kota Dumai dan Rumah Dinas yang berada di Jalan Putri Tujuh, Dumai Timur, digeledah empat orang penyidik yang menaiki dua mobil Toyota Kijang Innova.

Dari informasi yang dirangkum, penggeledahan ini dalam upaya mencari berkas untuk kasus tipikor pejabat di Kemenkeu RI, Yaya Purnomo.

Sebagaimana surat dakwaan jaksa pada KPK terhadap Yaya Purnomo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Wali Kota Dumai Zulkifli As, disebut memberi gratifikasi secara bertahap kepada Yaya dan seorang bernama Rifa Surya senilai Rp 450 juta dan SGD 35 ribu untuk mengamankan alokasi DAK Kota Dumai.

Baca: KPK amankan sejumlah uang dalam OTT Direktur Krakatau Steel

Sebagai data pendukung, Wali Kota Dumai Zulkifli mengaku tak tahu aliran duit kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.

Dia pun tak menjelaskan apa saja yang ditanyakan penyidik KPK saat diperiksa. “Saya tak tahu,” kata Zulkifli saat keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018) lalu.

Orang nomor satu di Kota Pelabuhan dan Industri ini terus berjalan untuk menghindari pertanyaan soal pemeriksaannya. Dia kemudian pergi dengan mobil putih yang menjemputnya.

Baca: Ketua DPRD Bengkalis dampingi tim penyidik KPK lakukan penggeledahan

Kembali ke penggeledahan, saat penyidik berusaha mencari sejumlah berkas, rumah dinas dan Kantor Wali Kota Dumai mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian setempat.

Diwartakan Riau Terkini, Wali Kota Dumai Zulkifli AS pada saat penggeledahan berlangsung tampak keluar dari rumah dinas dengan buru-buru dan langsung menaiki mobil dinas menuju tempat salat Jumat.

Namun ketika pulang dari salat, Zulkifli tidak menggunakan mobil dinas melainkan berjalan kaki melewati pintu belakang rumah dinas, sehingga sejumlah wartawan yang hendak melakukan konfirmasi kecolongan. ***

Komentar
%d blogger menyukai ini: