23 November 2017
Home / Hukum & Kriminal / Hakim vonis Buni Yani 1,5 tahun penjara

Hakim vonis Buni Yani 1,5 tahun penjara

Buni Yani saat duduk di kursi persidangan sebagai terdakwa. (Kredit Foto: Kompas)

Bandung (RiauNews.com) – Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani, divonis pidana penjara selama satu tahun enam bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung, dalam persidangan pembacaan putusan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

“Mengadili, menyatakan terdakwa Buni Yani terbukti melakukan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa satu tahun enam bulan,” ujar majelis hakim Saptono, sebagaimana dikutip Antara.

Vonis itu lebih rendah dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta agar Buni Yani divonis dua tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider tiga bulan.



Buni Yani didakwa dengan pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 tentang orang yang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Sebelum memutuskan vonis, majelis hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Untuk memberatkan, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan, dan terdakwa tidak mengakui kesalahannya.

Sementara, keadaan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, dan mempunyai tanggungan keluarga.

Dengan putusan tersebut, kuasa hukum Buni Yani akan mengajukan banding karena mengklaim fakta-fakta persidangan tidak sesuai.

“Kita akan banding karena fakta-fakta persidangan tidak sesuai. Karena tadi ribut, saya tidak mendengar perintah apapun soal eksekusi,” ujar Aldwin Rahadian.

Usai putusan tersebut, Buni Yani tidak akan ditahan karena terdakwa mengajukan banding sehingga keputusan belum berkekuatan hukum tetap.

“Oleh karena upaya hukum, putusan ini belum keputusan hukum tetap,” ujar hakim.

Sementara, JPU menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa.

 

Buni Yani dilaporkan ke polisi karena mengunggah video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang mengutip QS Almaidah 51, dimana kemudian menjadi kontroversi hingga mengakibatkan Ahok dipenjara.***

Baca Juga

Istri Setya Novanto dicekal KPK

Jakarta (RiauNews.com) – Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, dicekal untuk bepergian ke luar negeri ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *