22 Oktober 2018
Home / Hukum & Kriminal / Disperindag Rekomendasi Tempat Penggilingan Daging Di Tutup Sementara

Disperindag Rekomendasi Tempat Penggilingan Daging Di Tutup Sementara

 

Pekanbaru (RiauNews.com). Pasca ditemukannya bakso berbahan daging babi. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membentuk tim terpadu untuk menelusuri temuan balai BPOM tersebut.

Tim terpadu yang dibentuk menemukan kesalahan yang terletak pada proses penggilingan daging di Pekanbaru, dimana alat penggilingan yang digunakan sama untuk daging sapi dan babi.

Pemko Pekanbaru dengan langkah tegas, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) merekomendasikan agar tempat penggilingan daging ditutup untuk sementara waktu hingga ada izin yang dikeluarkan oleh pihak terkait.

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan, bahwa sejak awal, penggilingan daging di Pasar Cik Puan tersebut tidak memiliki Tanda Daftar Industri (TDI) Penggilingan Daging. Maka dari itu pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan berkala. Seharusnya, setiap industri baik kecil ataupun menengah harus memiliki TDI.

“Saat mereka mengurus TDI, kan ada survei ke lokasi dan tim surver akan melakukan pemeriksaan baik dari segi alat yang digunakan maupun tingkat kebersihan lingkungan. Intinya, jika belum memiliki TDI, tempat penggilingan belum diperbolehkan beroperasi,” ujar Irba panjang lebar.

Disinggung apakah pihaknya akan memasukan unsur Pidana kepada  pemilik penggilingan daging karena ada unsur kelalian? Irba mengatakan tidak akan melakukannya karena menurutnya, sejauh ini pemilik penggilingan daging tidak terindikasi melakukan unsur kesengajaan untuk mengoplos daging sapi dengan daging babi.

“Sementara belum kami temukan unsur kesengajaan. Ya, nanti kalau memang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut ada, tentu itu akan diserahkan ke pihak kepolisian,” sambungnya.

Selain itu, Disperindag sendiri, kata Irba, akan melakukan pengawasan lebih intens ke depannya, mengingat kesalahan yang terjadi juga akibat kelalaian Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Cik Puan.

“Kami dan UPT diberi peringatan keras oleh Pak Wali. Selanjutnya untuk UPT seluruh pasar memang akan dilakukan pengawasan lebih ketat. Kalau kecolongan lagi, langsung dicopot. Itu Pak Kadis yang sampaikan langsung,” tuturnya mengakhiri.

 

safrinayanti

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: