22 Oktober 2018
Home / Hukum & Kriminal / Dinyatakan P-21, kasus Saracen dilimpahkan ke Kejagung

Dinyatakan P-21, kasus Saracen dilimpahkan ke Kejagung

Tiga sindikat Saracen yang ditangkap sebelumnya oleh polisi.

Jakarta (RiauNews.com) – Tiga tersangka dugaan penyebaran konten ujaran kebencian dan berita bohong di jejaring sosial Facebook, Saracen, penyidikannya sudah dinyatakan lengkap alias P-21 oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, sehingga dilimpahkan Kejaksaan Agung.

Para tersangka yang berkas kasusnya sudah P-21 masing-masing Muhammad Faizal Tonong (MFT), Sri Rahayu Ningsih (SRN), dan Muhammad Abdullah Harsono (MAH). Sedangkan anggota Saracen lainnya Jasriadi dan Asma Dewi, masih menunggu informasi dari Kejaksaan yang menyatakan P-21.

“Yang tiga orang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Fadil Imran di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Saat ditanya pihak yang memberikan dana kepada Asma Dewi, Fadil mengatakan bahwa semua fakta akan diungkap dalam persidangan.



“Di sana (sidang) akan terlihat semua. Persidangan di Indonesia kan terbuka,” katanya.

Asma Dewi diisukan memberikan dana senilai Rp75 juta kepada Bendahara Saracen. Kendati demikian, baik Asma Dewi maupun kelompok Jasriadi itu tidak mengakui tindakan tersebut.

Dalam kasus penyebaran konten ujaran kebencian dan berita bohong di jejaring sosial Facebook, Saracen, polisi telah menangkap empat tersangka, yakni Jasriadi (Jas), Muhammad Faizal Tonong (MFT), Sri Rahayu Ningsih (SRN), dan Muhammad Abdullah Harsono (MAH). Mereka adalah pengelola Saracen.

Selain itu, penyidik Bareskrim juga menangkap seorang ibu rumah tangga bernama Asma Dewi yang diduga terkait dengan Saracen, lantaran Asma Dewi diduga mentransfer dana Rp75 juta kepada anggota Saracen.

Grup Saracen diketahui membuat sejumlah akun Facebook, di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennewscom.

Kelompok Saracen diduga kerap menawarkan jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial.*** (antara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: