18 Agustus 2018
Home / Hukum & Kriminal / Dedi Gusriadi Ditunjuk Gantikan Zulkifli Harun Sebagai Kadis PUPR Kota Pekanbaru

Dedi Gusriadi Ditunjuk Gantikan Zulkifli Harun Sebagai Kadis PUPR Kota Pekanbaru

Suasana Penyerehan SK Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru

 

Pekanbaru (RiauNews.com). Untuk menggantikan Zulfikri Harun sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru yang tengah menjalani proses hukum, Dedi Gusriadi akhirnya diminta Walikota memimpin SKPD tersebut untuk sementara.

“Iya tadi pagi SKnya diserahkan,” kata Kabag Humas dan Protokol Setdako Pekanbaru, Hadiyanto, Selasa (5/9).

SK tersebut diserahkan langasung oleh Plh Sekdako Pekanbaru, Azwan. Beberpata Pejabat Pemko Pekanbaru seperti Plt Kepala BKP-SDM M Jamil dan pejabat Dinas PUPR Pekanbaru menghadiri penyerah SK tersebut.

Sementara Dedi Gusriadi, belum mau berkomentar banyak menanghapi pertanyaan wartawan mengenai penunjukan dirinya. “Nantilah, lagi ada tamu, nanti – nanti, lah, ya,” ujarnya mengelak.

Seperti diketahi, Zulkifli Harun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungli di instansinya.‎

Zulkifli Harus saat berada dalam mobil tahanan (Foto: Radar Riau)

Penetapan itu dilakukan setelah Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau menerima petunjuk dari Jaksa Peneliti dari Kejaksaan Tinggi Riau.

Petunjuk itu menyebutkan, bahwa Kadis PU Kota Pekanbaru, Zulkifki Harun, adalah orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Hal itu berdasarkan tanda tangan dalam surat penerbitan IUJK yang menjadi penyebab terungkapnya kasus ini dan kemudian berlanjut dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satuan Berantas Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Riau, Senin (10/4) silam.

Tim mengamankan sejumlah orang di ruangan pengurusan penerbitan IUJK di Kantor Dinas PU Kota Pekanbaru. Polda Riau mengamankan petugas honorer yang diduga melakukan pungli, antara lain Rendi Nofrianus, Martius, Muhammad Hairil, dan Said Al Kudiri.

Dari hasil gelar perkara, Penyidik akhirnya menetapkan tiga orang diantaranya sebagai tersangka, antara lain Martius, Muhammad Hairil, dan Said Al Kudiri, dan langsung dilakukan penahanan di sel tahanan Mapolda Riau.

Dalam kasus ini juga sejumlah saksi telah dimintai keterangannya, seperti Tuswan Aidi yang merupakan Penjabat Kabid Jasa Konstruksi dan Kadis PUPR Pekanbaru dan Zulkifli Harun. Untuk nama disebut terakhir, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka selanjutnya dikenakan Pasal 11 jo Pasal 12 huruf a dan huruf e UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU RI Nomor 20 thn 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 KUHPidana.

 

safrinayanti

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: