Home / Hukum & Kriminal / Bocah lima tahun dianiaya ibu kandung saat tidur lelap

Bocah lima tahun dianiaya ibu kandung saat tidur lelap

(ilustrasi KDRT pada anak)

Bekasi (RiauNews.com) – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berupa penganiayaan orang tua kandung terhadap anak sendiri kembali terjadi. Seorang bocah berinisial MM di Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri. Tubuh bocah berusia 5 tahun itu dipenuhi luka-luka akibat pukulan benda tajam yang dialaminya.

Dengan kondisi lemah dan tak sadarkan diri, korban dilarikan ke rumah sakit oleh sang ibu yang dikabarkan berada dalam pengaruh alkohol. Saat ini, korban diketahui masih dalam perawatan intensif di ruang PICU anak.



“Ananda MM saat ini sedang berjuang untuk keselamatannya di ruang perawatan intensif. Korban mengalami trauma akibat benda tajam. Lukanya cukup berat,” kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty di Bekasi, Minggu (23/9/2018).

Sitti menjelaskan, belum diketahui apa penyebab kekerasan yang menimpa korban. Namun, saat kejadian tersebut berlangsung, korban bersama kakaknya yang berusia 7 tahun disebutkan tengah tertidur lelap.

“Korban bersama kakaknya sedang tertidur lelap dan tiba-tiba mendapat serangan itu,” paparnya.

Sementara seorang asisten rumah tangga (ART) yang juga berada di rumah, tidak bisa berbuat apa-apa lantaran dikunci di dalam ruangan.

“Ada asisten rumah juga, tapi tak bisa memberikan keterangan karena yang bersangkutan dikunci dari dalam saat kejadian. Kakak korban sendiri kini diamankan di Polres Kota Bekasi,” ujarnya.

Pihak rumah sakit yang mengetahui kejadian yang menimpa korban, lalu berkoordinasi dengan KPAI sebagai bagian dari kerjasama dalam upaya memerangi kekerasan terhadap anak.

“Laporan ini sebagai bagian kerjasama KPAI dengan beberapa rumah sakit, terkait dengan makin banyak ditemukan kasus-kasus penganiayaan anak yang dilakukan oleh orang terdekat, namun baru terdeteksi setelah mendapat pertolongan medis. Seperti pada kasus kematian Cl di Karawang,” jelas Sitti.

Dengan adanya kasus yang menimpa MM, KPAI akan segera menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk lebih memaksimalkan pengawasan terhadap aksi kekerasan pada anak-anak.

“KPAI segera melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak dan akan ikut melakukan pengawasan pada penanganan kasus kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: