19 Desember 2018
Home / Hukum & Kriminal / Begal Medan meregang nyawa diterjang timah panas polisi

Begal Medan meregang nyawa diterjang timah panas polisi

(ilustrasi begal motor)

Medan (RiauNews.com) – Seorang begal yang kerap beraksi di jalanan Kota Medan, Sumatera Utara, AR (25), harus meregang nyawa ditembus peluru polisi saat akan ditangkap oleh tim dari Sat Reskrim Polrestabes Medan yang bekerja sama dengan Polsek Medan Barat.

Sementara satu rekan “seprofesinya”, yakni ZS (29), juga mendapatkan hadiah timah panas di bagian kaki.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah dalam paparannya di RS Bhayangkara, Medan, Senin, mengatakan bahwa tersangka AR, merupakan warga Jalan Satria Barat, Kelurahan Sei Kera Hulu, Kecamatan Perjuangan.

“Saat akan ditangkap, tersangka mencoba melawan petugas dan akhirnya ditembak hingga ia tewas,” kata AKBP Febriansyah.



Selain menyergap dua pelaku utama itu, polisi juga mengamankan dua tersangka lainnya yang turut membantu dan sebagai penadah barang hasil rampasan.

Keduanya, yakni berinisial JAP (25), warga Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan.

“Sedangkan seorang lagi berinisial DMP (22) warga Jalan Lubuk Kuda Medan,” ucapnya.

Kasat Reskrim menjelaskan tersangka JAP berperan menjual telepon genggam korban. Seorang lagi wanita berinisial DMP berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan.

Kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapat petunjuk dari rekaman CCTV di sekitar TKP (depan Samsat) serta penyelidikan yang dilakukan.

“Pelaku kita ringkus dan pengungkapan kasus tersebut berkat CCTV. Dalam waktu 3 x 24 jam, gabungan dari Polsek Medan Barat dan Polrestabes Medan, dapat meringkus para pelaku sebanyak 3 orang beserta 1 orang penadah,” katanya.

Ia mengatakan setelah diinterogasi, ternyata pelaku ini sudah lebih 11 kali beraksi dan merupakan seorang residivis. Pelaku eksekutor dan jokinya juga positif pengguna narkoba.

Bahkan masih ada kelompok lainnya dan tetap dilakukan penyidikan yang mendalam untuk menangkap komplotan pelaku lainnya.

Saat ini, Polrestabes Medan tetap mengantisipasi tindak kejahatan jalanan yang kian marak di ibukota Sumatera Utara itu dan mengupayakan keamanan pada masyarakat.

“Hal itu dilakukan jajaran Polrestabes Medan sesuai atensi Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw untuk membentuk tim anti begal sebagai antisipasi para pelaku kejahatan jalanan,” kata Kasat Reskrim.

Sebelumnya seorang karyawati bernama Wita Astuti (31), warga Jalan Budi Utomo Medan Tembung, kritis setelah dijambret dua orang pria mengendarai sepeda motor, Senin (1/10) sekira pukul 23.00 WIB.

Selain mengalami luka parah akibat jatuh dari Honda Vario BK 6014 SAA yang dikendarainya, korban juga kehilangan tas warna hitam kotak-kotak berisi uang tunai Rp1 juta, telepon genggam, dan surat berharga lainnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: