Home / Hukum & Kriminal / Batal banding, Setya Novanto terima vonis 15 tahun penjara

Batal banding, Setya Novanto terima vonis 15 tahun penjara

Setya Novanto saat membacakan pledoi. (Kredit: Berita Tagar)

Jakarta (RiauNews.com) – Setya Novanto (Setnov) akhirnya menerima vonis 15 tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim kepadanya pada persidangan pekan lalu.

Maqdir Ismail selaku pengacara Setnov saat dikonfirmasi di Jakarta mengatakan mereka tidak jadi melakukan banding.



“Rencananya tidak jadi banding, kalau KPK tidak banding. Kalau KPK banding, kami juga banding,” kata Maqdir Ismail sebagaimana dikutip Antara, Ahad (30/4/2018).

Di sisi lain, KPK juga menerima putusan hakim tersebut.

Baca: Setya Novanto menangis saat bacakan pledoi

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengungkapkan, putusan tersebut telah memenuhi harapan KPK. Jaksa KPK sebelumnya menuntut pidana 16 tahun penjara.

“KPK menerima putusan tersebut, tidak akan melakukan banding. Karena kita menganggap sudah lebih dari dua per tiga dan semua yang disangkakan atau yang dimasukkan dalam dakwaan juga diadopsi hampir seluruhnya oleh majelis hakim,” kata Laode di gedung KPK, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, keputusan KPK tak ajukan banding agar bisa fokus pada tahap pengembangan kasus e-KTP. KPK akan terus mencermati fakta-fakta di lapangan dan melakukan pengembangan perkara ini untuk mencari pelaku lain.
“Karena kami menduga ada pihak-pihak lain, baik sektor politik, swasta, kementerian, birokrasi, dalam proyek KTP elektronik yang diduga merugikan negara Rp 2,3 triliun,” katanya.

KPK juga mendalami fakta lain terkait ada atau tidaknya pengembangan ke arah tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pada persidangan pembacaan vonis yang berlangung Selasa (23/4/2018) lalu, majelis hakim menyatakan mantan Ketua DPR RI tersebut terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

Setnov divonis 15 tahun penjara dan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti 7,3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dititipkan kepada penyidik. Jika menggunakan kurs rupiah tahun 2010, totalnya sekitar Rp 66 miliar.

Apabila tidak dibayar setelah berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita atau dilelang.

Selain itu Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan, yakni mencabut hak politik Novanto selama lima tahun setelah selesai menjalani masa pidana.

Majelis hakim sepakat dengan jaksa KPK perihal penolakan permohonan justice collaborator yang diajukan terdakwa, karena dianggap belum memenuhi syarat.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: