Home / Hukum & Kriminal / Bank Riau Kepri somasi media online Pekanbaru

Bank Riau Kepri somasi media online Pekanbaru

Kantor pusat Bank RIaukepri di Pekanbaru.

Pekanbaru (RiauNews.com) – Adanya wartawan yang merangkap jabatan sebagai advokat aktif dianggap sebagai pelanggaran kode etik, baik kode etik maupun advokat, alias pengacara.

Hal ini dilontarkan Ketua Asosiasi Pengacara Syari’ah Indonesia (APSI) Riau Asep Ruhiat, di Pekanbaru pada Kamis (22/03/2018) terkait salah seorang wartawan dari media online berbasis di Pekanbaru namun tidak terdaftar di Dewan Pers, Riaucitizen.com, yang ternyata seorang advokat aktif.



Menurut Asep, pihaknya yang merupakan kuasa hukum Bank Riau Kepri akan melayangkan somasi ke Riaucitizen.com, selain pelanggaran kode etik, juga karena pemberitaan media tersebut yang dianggap telah melakukan pencemaran nama baik perusahaan.

“Kita layangkan somasi ke Gussix Parizon sebagai pemilik sekaligus penulis atau wartawan di media Riaucitizen.com karena yang bersangkutan diduga telah melakukan pelanggaran hukum termasuk pencemaran nama baik perusahaan,” kata Asep.

Asep menjelaskan, hasil investigasi, yang bersangkutan Gussix Parizon diketahui juga bekerja sebagai pengacara yang sejauh ini masih aktif melakukan pendampingan hukum. Meski profesi ganda yang dijalani oleh Gussix tidak melanggar undang-undang atau kode etik profesi advokat, karena advokat hanya dilarang rangkap jabatan menjadi pegawai negeri sipil, namun menurut Asep, advokat dilarang memegang jabatan lain yang merugikan kebebasannya serta mengurangi martabat profesi advokat.

“Soal indikasi-indikasi yang dimaksud, semuanya masih akan ditelusuri lebih lanjut, dalam waktu dekat kami juga akan menghadap ke Dewan Pers untuk memastikan apakah media yang bersangkutan terdaftar atau tidak dan tindakan yang dilakukan apakah putus di Dewan Pers atau langsung ke aparat penegak hukum,” katanya.*** (mcr)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: