24 Oktober 2018
Home / Hukum & Kriminal / Ancam bunuh Presiden Jokowi, seorang remaja dibekuk polisi

Ancam bunuh Presiden Jokowi, seorang remaja dibekuk polisi

Remaja yang membuat video pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo. (Kredit: Youtube)

Jakarta (RiauNews.com) – Seorang remaja berinisial SS (16) dibekuk aparat kepolisian karena menebar ancaman akan membunuh Presiden Joko Widodo lewat video yang kemudian viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, setelah dilakukan penangkapan, SS mengaku bahwa tindakan itu hanya lucu-lucuan bersama temannya yang memegang kamera.



“Ini merupakan kenakalan remaja. Kenapa? Ya karena pada saat dia berkumpul dengan temannya, dia mengatakan bahwa kamu berani nggak, nanti kalau berani, kamu bisa nggak ditangkap polisi. Jadi mereka berdua mengetes, mengetes polisi, kira-kira polisi mampu tidak tangkap dia,” papar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/5).

Dijelaskan Argo, remaja tersebut ditantang oleh temannya yang memegang kamera perekam itu, untuk menantang polisi agar menangkap dirinya. Alhasil, remaja itu menerima tantangan temannya itu dengan cara memaki Presiden RI.

SS menyatakan, dirinya hanya becanda dan tidak memikirkan bahwa efeknya akan menjadi besar serta berbahaya. Pada intinya, SS hanya sedang lakukan perlombaan, serta ingin mengetes pihak kepolisian apakah mampu menangkap dia atau tidak.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menemukan remaja tersebut hanya berselang beberapa jam setelah video viral itu beredar.

Remaja tersebut dibawa bersama orang tuanya yang ikut mendampingi.

“Pasalnya pelaku masih di bawah umur sehingga perlu pendampingan orang tua. Mereka tiba di Ditreskrimum Polda Metro Jaya sejak pukul 17.00 WIB untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Argo.

Rupanya, video sudah direkam sejak tiga bulan lalu hanya saja baru viral kemarin. Selain itu, polisi juga akan mendalami siapa yang merekam dan menyebarkan video tersebut. “Masih kami dalami (perekam dan penyebarnya). Itu video tiga bulan lalu dia,” papar mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

Saat ini, Argo menyebut bahwa SS telah menyesali perbuatannya. SS mengaku tidak bermaksud untuk menghujat Presiden Joko Widodo, dia juga tidak membenci Presiden Joko Widodo dan sudah meminta maaf.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: