Home / Hukum & Kriminal / Aktivitas empat perusahaan sawit dilaporkan merusak lingkungan

Aktivitas empat perusahaan sawit dilaporkan merusak lingkungan

Foto udara yang memperlihatkan alih fungsi hutan menjadi kebun sawit di Riau. (Kredit: Rhett A. Butler/Mongabay)

Pekanbaru (RiauNews.com) – Empat perusahaan sawit yang beroperasi di Provinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Indragiri Hilir, dilaporkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) karena diduga diduga izinnya bermasalah dan melakukan aktivitas yang merusak lingkungan.

Menurut Devi Indriani, salah seorang anggota WALHI, pihaknya telah melaporkan hal ini pada 17 November 2017 lalu, namun hingga kini belum tampak tanda-tanda tindak lanjut dari pihak berwenang.

“Kita ingin laporan tersebut ditindak lanjuti, karena perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi tidak sesuai izin dan juga merusak lingkungan,” katanya.

Adapun perusahaan-perusahaan yang dimaksud adalah PT Indogreen Jaya Abadi, PT Citra Palma Kencana, dan PT Setia Agrindo Mandiri, yang terafiliasi dengan First Resources yang berasal dari Singapura. Sementara satu lagi adalah PT Indrawan Perkasa.

Menurut Devi, tindak pidana yang disangkakan pada keempatnya yakni terkait Undang-Undang Perkebunan soal izin ilegal dan kebakaran lahan area perusahaan. Selain itu juga ada penyerobotan lahan dan menanam sawit di area gambut.

“Salah satu perusahaan ini bahkan 30 persen dari areal konsesinya berada di lahan gambut dengan kedalaman lebih dari empat meter. Hal itu tidak serta Merta membuatnya sadar akan tanggungjawabnya dan itu tergambar dari riwayat kebakaran yang terjadi,” ungkap Devi.

Ditambahkannya bahwa PT Indrawan Perkasa juga terindikasi kuat melakukan berbagai tindak pidana penyerobotan lahan atau menduduki lahan tanpa izin di Kabupaten Indragiri Hilir. Pihaknya mengklaim juga sudah melampirkan bukti-bukti dalam laporan ke Polda Riau dan Gakkum KLHK.

Meski begitu, sampai saat ini laporan tersebut di Polda Riau, kata dia, belum juga dilakukan Berita Acara Pemeriksaan. Penyidik beralasan laporan itu masih di meja Kepala Polda Riau menunggu untuk didisposisi.

“Kami mempertanyakan komitmen Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang.Berarti ini belum ada komitmen terbukti dengan lambatnya penanganan,” ujar dia. *** (Antara)

Baca Juga

Gara-gara anjing, pria di Kandis coba bunuh satu keluarga

Siak (RiauNews.com) – Pikiran waras memang langsung hilang kalau sudah mabuk. Bahkan perbuatan kriminal menghilangkan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: