22 Agustus 2019
Home / Hukum & Kriminal / Ahmad Fanani kembali dipanggil soal kasus dana kemah

Ahmad Fanani kembali dipanggil soal kasus dana kemah

Ahmad Fanani

Jakarta (RiauNews.com) – Polisi mengagendakan pemeriksaan kembali terhadap mantan bendahara PP Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani, dalam kasus dugaan penyelewengan dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia, hari ini.

“Iya, kita agendakan pemeriksaan untuk Ahmad Fanani hari ini,” ujar Kasubdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Bhakti Suhendrawan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/4/2019).

Ahmad Fanani diharapkan bisa memenuhi panggilan ini. Sebab, Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia itu mangkir dari panggilan sebelumnya.

Baca: Polda Metro beri sinyal ada potensi tersangka di acara kemah

Bhakti menambahkan, anggota panitia Kemah Pemuda Islam yang lain, yakni Abdul Rahman Syahputra Batubara dan Fuji Abdurrohman juga mangkir lagi, saat polisi memanggilnya pada 22 April 2019 lalu. Jika pada panggilan kembali nanti keduanya tak lagi hadir maka polisi akan membawanya.

“Kami akan terbitkan panggilan kedua dan sesuai prosedur apabila ini tidak dipenuhi maka akan kami terbitkan surat perintah membawa,” katanya.

Sebelumnya, dana penyelenggaraan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia pada 2017, diduga bermasalah. Laporan dugaan penyimpangan itu sedang ditangani Polda Metro Jaya.

Baca: Menpora kaget dana Kemah Islam dipermasalahkan

Panitia Kemah Pemuda mengembalikan uang sebesar Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menjadi penyedia anggaran acara tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah memiliki bukti cukup untuk menindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan dana ini.

“Ini kan, kegiatan tahun 2017. Kami sudah ada bukti permulaan yang cukup diduga adanya penyimpangan anggaran daripada kegiatan kemah yang dilaksanakan Kemenpora tahun anggaran 2017. Kalau ada pengembalian uang, tidak menghilangkan tindak pidananya,” kata Argo. ***[VIVA]

Komentar
%d blogger menyukai ini: