Hijrah, Ki Joko Bodo tolak dipanggil ustaz

Penampilan Ki Joko Bodo dulu dan sekarang.

Jakarta (Riaunews.com) – Sempat dikenal sebagai salah satu paranormal populer Tanah Air, kini Ki Joko Bodo diketahui sudah berhijrah. Berbeda dengan penampilannya yang dulu dengan rambut gondrong ditambah janggut dan kumisnya yang tebal, kini penampilan Ki Joko Bodo terlihat lebih rapi dengan rambutnya yang dipangkas cepak.

Pemilik nama asli Agus Yulianto ini mengaku tidak mengalami perubahan yang berarti saat ini.



“Berubah mungkin karena perubahan aku seperti ini yah. Rambut dipotong, kumis dipotong, jenggot dipotong. Kemudian nampak lebih muda,” ujar Ki Joko Bodo saat ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019), dilansir laman Viva.co.id.

Baca Juga:

Ki Joko Bodo juga menolak untuk dipanggil sekaligus ditawari jadi ustaz. Baginya, ia hanya ingin menjadi dirinya sendiri yang tetap menjalankan segala perintah agama. “Enggak, aku ingin jadi Ki Joko Bodo. Enggak, aku enggak ingin jadi apa-apa. Ingin jadi diriku sendiri saja,” ungkap Ki Joko Bodo

“Ketika Allah menunjukkan jalan aku harus ini harus itu, ya aku harus jalani hidup seperti itu. Enggak bisa berubah dengan sendirinya,” ujarnya menambahkan.

Ki Joko Bodo juga tidak mempermasalahkan jika masih banyak orang yang menganggapnya sebagai paranormal. “Panggil apapun sah, terserah. Karena aku punya ciri khas sendiri. Aku mau jadi diri sendiri enggak seperti jadi apapun,” ujar Ki Joko Bodo.

“Keyakinan ku sih seperti ini, aku percaya Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena yang disebut definisi paranormal itu adalah manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kalau paranormal kan ada yang bertakwa, ada yang tidak. Nah, kalau aku pilih jalan yang bertakwa, gitu,” ujarnya menegaskan.

Keputusan Ki Joko Bodo untuk hijrah sempat tak disangka-sangka. Ki Joko Bodo mengaku keinginannya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan berasal dari dalam dirinya sendiri dan bukan paksaan. “Ya yang mengubah diriku sendirilah. Aku ingin jadi seperti ini, karena diriku sendiri bukan orang lain.” ***

Komentar
%d blogger menyukai ini: