Home / Hiburan / Entertainment / Dhama Dove Kembali Meluncurkan Dua Novel Fatamorgana dan Metamarfosa

Dhama Dove Kembali Meluncurkan Dua Novel Fatamorgana dan Metamarfosa

Dhama Dove dengan dua novel terbarunya, Fatamorgana dan Metamorfosa yang baru rilis 11 Agustus kemarin di Keraton Jogjakarta. (Kredit: Tien)

PEKANBARU (RiauNews.com) – Dhama Dove novelis yang bermukim di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau kembali, meluncurkan karya sastranya berbentuk novel dengan judul Metamorfosa dan Fatamorgana.

Ditemui dikediamannya nan asri Dhama Dhove menceritakan lahirnya dua novel tersebut tanpa dimulai dari konsep hanya berdasarkan imajinasi yang mengalir begitu saja, “Setelah tulisan ini menjadi buku dan saya resapi baru saya tahu kalau buku ini bercerita tentang apa, yakni tentang pergolakan hidup,” kata Dhama Dhove.

Fatamorgana bukan novel the series Metamarfosa namun dua novel ini ibarat bola dibagi dua bagian. Novel Ini dwi tunggal, namun karakter yang tidak sama, dan jika dibaca judul manapun lebih dahulu tidak masalah karena keduanya dapat saling mengisi.

Pembaca akan merasakan sebuah sensasi dan petualangan hidup. Sementara Pesan dalam novel itu tentang sesuatu yang nyata dengan bayangannya, artinya keduanya saling mengiringi dan pada penghujung jalan nanti adalah Tuhan yang menentukan.

Untuk bisa memahami dan menikmati cerita Novel Fatamorgana dan Metamorfosa, Sang Novelis menyarankan usia pembaca harus diatas tujuh belas tahun. Alasannya karena pada usia tersebut sudah memahami pergolakan hidup.

Dhama Dove dalam melahirkan novel tidak pernah berfikir target penjualan karena akan membuat dirinya terkungkung dalam sebuah target yang akhirnya membatasi dirinya berimajinasi dalam menulis,” Jadi bagi saya menuntaskan sebuah novel saya sudah mendapat kepuasan batin. Untuk berapa terjual saya tidak pernah menargetkan,” imbuhnya.

Suasana bedah novel di keraton Jogjakarta

Sabtu (11/8/2018) di Ndalem Joyokusumo Keraton Jogjakarta, novelis Dhama Dove merilis Karya sastranya dengan menghadirkan dua buah Novel berjudul Fatamorgana dan Metamarfosa.

Peluncuran karya sekaligus bedah novel itu dihadiri oleh berbagai kalangan, Mulai dari pengamat sastra, Akademisi, Mahasiswa dan juga Masyarakat Umum, Bahkan Guru Besar Sastra dari Universitas Negeri Jogyajakarta, Prof DR Suminto, A Sayuti, Budayawan Iman Budhi Santosa serta Novelis DR Aguk Irawan MN menjadi panelis untuk membedah isi dan makna yang terkandung dalam novel besutan Dhama Dove tersebut.

Sebelumnya Dhama Dove telah menulis beberapa novel salah satunya best seller yakni Gita Donya, novel ini laku keras di Jawa dan Bali, bahkan dicetak dua kali. Kemudian novel berjudul Semburat Jingga Hijau, Senandung Noktah, dan Gema Melantun .

Dhama Dove lahir di kota kecil nan sejuk Banjarnegara pada 1976. Mengenyam pendidikan di D3 ABA Yogyakarta S1 di Universitas Nasional Jakarta. S2 di Sanata Darma . Sempat mengajar di Universitas Teknologi Yogyakarta meski hanya dua tahun karena harus ikut suaminya pindah ke Provinsi Riau.

Membaca dan traveling menulis dan melakukan yoga adalah hobi yang dijalaninya penuh cinta, karena menurutnya semua itu merupakan pembelajaran menjalani sekaligus cara menikmati hidup. ***(Tien)

Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: