|
AC-FTA
Indonesia Usulkan Penundaan Tarif Bea Masuk Kepada Cina
|
|
4 Februari 2010 - 16.05 WIB Pekanbaru (RiauNews). ASEAN-China Free Trade Agreemanent secara langsung terlihat berdampak terhadap industri lokal di Indonesia. Menyikapi hal tersebut Pemerintah Indonesian melalui Kemetrian Perindustrian RI, telah mengusulkan penundaan penghapusan tarif melalui pembicaraan ulang dengan pihak Cina.
“Saat ini telah dilakukan diusulkan penundaan ulang penghapusan tarif bea masuk bagi produk Cina melalui pembicaraan ulang dengan pihak Cina,” ujar Menteri Perindustrian RI, MS Hidayat dalam pembukaan Rakor Kadin Wilayah Barat (Sumatera) di Hotel Mutiara Merdeka, Kamis (04/02/2010).
Seperti kesepakatan AC-FTA yang ditandatangani 29 Nopember 2004 lalu antara Cina dan seluruh negara ASEAN, mulai tahun 2004 telah dilaksanakan perdagangan bebas secara bertahap mulai dari Fast Track atau Early Harvest Program, dan awal 2005 sudah memasuk tahap Normal Track (NT).
Pada tahap NT 1, awal Januari 2010 lalu, penurunan tarif perdagangan untuk bea masuk sudah menjadi 0% dengan jumlah pos tarif pos industri sebanyak 6064 pos tarif. “Dari seluruh pos tarif tersebut, yang diusulkan untuk dilakukan penundaan sebanyak 228 pos,” ujar MS Hidayat.
Lebih jauh dijelaskan MS Hidayat, Untuk Kategori Nomal Track 2, tarif bea masuk menjadi 0% tahun 2012 mendatang. Sementara Sensitif List menjadi 0%-5% tahun 2018.
“ High Sensitif List diturunkan atau dihapuskan menjadi 0% - 5% mulai tahun 2015, sedangkan kategori General Exception List tetap berlaku tarif MFN,” ujarnya. (syam irfandi)
© Riaunews.com Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.
Mengambil, mengutip, memperbanyak dan atau mempublikasi ulang seluruh tulisan yang terdapat di situs ini, HARUS mencantumkan sumbernya : RiauNews.com. Pelanggaran terhadap ketentuan ini, bilamana cukup bukti akan kami tuntut sesuai undang-undang yang berlaku.
Berita Ekonomi & Bisnis Lainnya
 
|
|
|
|
|
 |
Oleh: Irwan E Siregar
Boleh jadi sebentar lagi KPK akan berganti nama menjadi KPKR atau Komisi Pemberantasan Korupsi Riau. ....
|
|
|